Oleh: dinkessemarang | April 13, 2009

DEKLARASI PELAJAR MENDUKUNG TERWUJUDNYA KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI KOTA SEMARANG

 Sabtu, 11 April 2009

Aula SMA Negeri 1 Semarang   Jl.Menteri Supeno No. 1 Semarang

Seminar bertema “Say No To Smoking” merupakan tindaklanjut serangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) di Kota Semarang, yang Peraturan Walikotanya segera akan diterbitkan pada bulan April 2009 ini.

        DalamPeraturan Walikota tersebut, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah tempat yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok yang meliputi 5 (lima) kawasan, yaitu: (1) sarana kesehatan, (2) tempat proses belajar mengajar, (3) arena kegiatan anak, (4) tempat ibadah; dan (5) angkutan umum. Sedangkan yang dimaksud dengan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) adalah tempat dimana kegiatan merokok hanya boleh dilakukan di tempat khusus (smoking area), yaitu : tempat-tempat umum dan tempat kerja.

        Salahsatu kawasan yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok tersebut adalah tempat proses belajar megajar. Yang dimaksud dengan tempat proses belajar mengajar adalah tempat tertutup yang dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar dan/atau pendidikan dan/atau pelatihan, termasuk tempat yang digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan administrasi dan/atau kegiatan lain yang terkait dan menjadi satu kesatuan kepemilikan dan/atau pengelolaan sebuah lembaga.

        Menyikapi hal tersebut, bertepatan dengan langkah Walikota Kota Semarang (H.Sukawi Sutarip,SH,SE) dalam mewujudkan Program Semarang Bergandeng Tangan, maka Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama dinas/instansi terkait dan Komunitas Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KPKTR) Semarang serta Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah bekerjasama untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah di Kota Semarang.

         Seminar pelajar se Jawa Tengah bertema “Say No To Smoke” , dihadiri sebanyak 300 orang peserta, terdiri dari delegasi 60 SMA/sederajat se Kota Semarang, masing-masing mengirimkan 1 orang guru kesiswaan dan 2 orang siswa, dan delegasi pelajar se Jawa Tengah yang merupakan aktifis Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) dari 21 Kab/Kota se Jawa Tengah.

sambutan-pak-wali

Dalam sambutannya, Walikota Semarang (H.Sukawi Sutarip,SH,SE) sangat prihatin dengan melihat jumlah perokok usia dini (15-19 tahun), yang merupakan usia remaja/ pelajar, dimana terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun.

 

            Padatahun 1995 jumlah perokok usia dini(15-19 tahun) mencapai54,6%, tahun 2001 (58,9%) dan pada tahun 2007 mencapai 63,7% (Data Susenas). Data perokok pasif kalangan remaja/ pelajar juga memprihatinkan, dimana 6 dari 10 siswa terpapar asap rokok orang lain di dalam rumah dan 8 dari 10 siswa terpapar asap rokok orang lain di tempat umum (Indonesia GYTS,2006). Trend jumlah perokok muda ke depan tentu akan semakin meningkat mengingat Indonesia belum bersedia meratifikasi Framework Convention On Tobacco Control (FCTC) dan belum memiliki Undang-Undang Pengendalian Peredaran Tembakau, bahkan perusahaan rokok mentargetkan untuk dapat meningkatkan produksi rokoknya hingga mencapai 260 milyar batang pada tahun 2015 (Road Map Industri Rokok 2006-2020). Selain itu segmen konsumen muda memang menjadi target market yang paling strategis bagi industri rokok karena mempunyai prospek pasar jangka panjang, sehingga promosi rokok sangat gencar mebidiknya dengan berbagai strategi promosi. Kondisi tersebut sangat mencemaskan, mengingat mereka adalah generasi penerus yang kita persiapkan dengan intelektual, skill dan moral yang kuat, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan mempunyai moralitas yang baik. Apabila dalam masa tersebut terkontaminasi oleh rokok tentu berdampak buruk baik bagi kesehatan, prestasi akademis maupun kepribadiannya. Apalagi jika kita melihat usia 15-19 tahun secara psikologis maupun ekonomis belum mapan, sehingga dapat berdampak pada banyak hal. Menurut penuturan Kepala SMA Negeri 1 Semarang (Suprihadi,SE,M.Pd), salah satu dari 9 (sembilan) persyaratan mutu Sekolah Berbasis Internasional adalah mewujudkan lingkungan sekolah sebagai Kawasan Tanpa Rokok, sehingga sangat tepat bila semua tempat proses belajar mengajar di Kota Semarang ini segera menindaklanjuti dan mewujudkannya.

        Mencermati kondisi tersebut, dibutuhkan perhatian dan upaya yang serius dalam mengantisipasi penggunaan rokok di kalangan remaja/ pelajar. Institusi pendidikan merupakan salah satu institusi yang harus berperan serta dalam upaya tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan edukasi kepada siswa dan pembentukan lingkungan sekolah yang bebas dari rokok baik penggunaan maupun promosi.

   penandatangan-deklarasi      

 Sebagai bentuk dukungan dari para pelajar SMA/sederajat se Kota Semarang yang memadati aula SMA Negeri 1 Semarang, setelah dibacakan Deklarasi Pelajar dalam rangka Mendukung Terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah di Kota Semarang, selanjutnya dilakukan penandatangan oleh Bapak Walikota Semarang (H.Sukawi Sutarip,SH,SE), yang disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dr.Hartanto,M.Med,Sc dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang (Dr.Tatik Suyarti,M.Kes dan diikuti penandatangan oleh seluruh pelajar yang hadir.

 

          Seminar pelajar “Say No To Smoke” berlangsung selama 1 (satu) hari, dengan 3 (tiga) pembicara antara lain: Dampak Rokok pada masalah kesehatan, disampaikan oleh Dr.Hartanto,M.Med,Sc (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah), Gaya Hidup Sehat, disampaikan oleh Dr.Tatik Suyarti,M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semaran), dan Sekolah sebagai Kawasan Tanpa Rokok oleh Bp.Abdun Mufid (Ketua Komunitas Peduli Kawasan Tanpa Rokok Semarang).

        Salah satu yang tersampaikan pada saat tanya jawab, ada keinginan peserta terutama guru kesiswaan mengusulkan agar edukasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan pengenalan regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah dapat diagendakan untuk diselenggarakan di sekolah-sekolah. Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah mengagendakan untuk tahun 2009 ini bersama-sama Tim KPKTR Semarang akan melaksanakan kampanye bahaya rokok bagi kesehatan di 16 SMP/SMA di Kota Semarang yang akan dimulai pada pertengahan bulan April 2009 sampai dengan Mei 2009.

        Besar harapan Bapak Walikota Semarang dan seluruh dinas/instasi terkait, melalui Program Semarang Bergandeng Tangan Bidang Kesehatan dalam upaya mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok di Kota Semarang, dapat ditindaklanjuti pelaksanaannya melalaui perwujudan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah-sekolah di Kota Semarang. Mari Kita Sukseskan program tersebut agar para remaja/ pelajar di Kota Semarang dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan mempunyai moralitas yang baik…………..”KEREN TANPA ROKOK”. 

 

Oleh: Tuti Ekawati (Sie Promkes & Infokes Dinkes Kota Semarang)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: